Apakah itu aku? Aku melihat semua orang menangis di halaman depan rumahku, aku melihat dan bertanya kepada diriku.. kenapa orang-orang ini menangis tersedu sedu, ada apa sebenarnya ini? “assalamualaikum, putri pulang.” Lalu aku ke depan rumah dan bertanya kepada salah satu temanku, yang aku lihat dia hadir disana dan menangis dengan terisak.. “loh kok lo di sini tang? Kenapa deh?” “kok lo nyampe duluan ke sini?” “tang kenapa pada nangis sih?” “hallo” “lintang” “tang jawab kek elah” tetapi dia tidak menjawab pertanyaanku. Seingat memoriku, terakhir kali aku berada di sekolah, dan ingin pulang bersama temanku ini, tetapi mengapa dia berada di rumahku? Dan kemudian menangis seperti ini. Kemudian, aku melihat adekku, ya, Prabu namanya. Aku lihat dia menangis tak seperti biasanya, aku sapa dia “adeek, kenapa nangis sih?” “cowok kok nangis, kenapa sih?” “ADEEK” “adek yangti sama mama mana sih? Gue nanya jawab dong!” tapi dia tidak mende...
without the theory is blind, but the theory without the experience is mere intellectual play
Komentar